Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan makna (Dan demi malam yang sepuluh): maksudnya adalah sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Az Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu kalangan salaf dan khalaf. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/390. Dar Ath Thayyibah)
Dalam riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tiada hari-hari yang beramal shaleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari pada hari-hari yang sepuluh ini, para sahabat berkata: Ya Rasulallah, tidak pula jihad fi Sabilillah? Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidak pula jihad fi Sabilillah, kecuali seorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu dia tidak kembali pulang dengan sesuatu pun darinya (terbunuh di jalan Allah).
Maksud dari “pada hari-hari ini” adalah sepuluh hari Dzulhijjah. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/390. Lihat juga Syaikh Sayyid Ath Thanthawi, Al Wasith, 1/4497. Mawqi’ At Tafasir)
2. Amal-amal shalih apa pun bisa kita lakukan antara tanggal satu hingga sepuluh Dzulhijjah; baik sedekah, shalat sunnah, shaum dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, silaturrahim, dakwah, dan lainnya.
3. Khusus shaum, dianjurkan berpuasa selama sembilan hari awal Dzulhijjah. Sebagaimana hadits berikut:
“Bahwa Nabi berpuasa pada hari Asyura, sembilan hari dari bulan Dzulhijjah dan tiga hari setiap bulan, hari Senin pertama tiap bulan dan dua hari Kamis.” (HR. An Nasa’i no. 2372. Shahih. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan An Nasa’i no. 2372)
4. Memanfaatkan waktu tersebut untuk banyak berdzikir, khususnya bertakbir. dalam kitab Shahih Al Bukhari, sebagaimana riwayat berikut:
Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar menuju pasar di hari-hari yang 10 (1 -10 Dzulhijjah), mereka berdua bertakbir, dan manusia pun ikut bertakbir mengikuti takbir mereka berdua. (Shahih Al Bukhari, Bab Fadhlil ‘Amal fi Ayyamit Tasyriiq, 1/39)
Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan: Ayyamul ma’l umat adalah Ayyamul ‘asyr (10 hari Dzulhijjah), sedangkan Ayyamul ma’duudat adalah hari-hari tasyriq.(Shahih Al Bukhari, Ibid)
5. Tetap berbahagia dan menyambut dengan khidmat datangnya hari raya (‘Idul Adha) bersama keluarga.
Anas Radhiallahu ‘Anhu bercerita: Saat Rasulullah Shallallahu a`laihi wasallam sampai ke Madinah orang-orang Madinah punya dua hari yang biasa mereka bersenang-senang di masa Jahiliyah. Maka, Rasulullah bersabda: “Allah telah ganti untuk kalian hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu Idul Fitri dan Penyembelihan (Idul Adha). (HR. Ahmad no. 12006, Syaikh Syu’aib al Arnauth: shahih. Ta’liq Musnad Ahmad, 19/65)
Hadits ini menunjukkan, hari raya sudah ada sejak awal-awal di Madinah, padahal saat itu ibadah haji kaum muslimin belum dilaksanakan. Ibadah haji baru dilaksanakan Rasulullah shallallahu a`laihi wasallam dan para sahabat di tahun 10 Hijriyah; haji wada’.
6. Ada pun pelaksanaan shalat ‘Idul Adha, tidak berbeda dengan pelaksanaan shalat ‘Idul Fithri yang lalu. Untuk lingkungan yang menurut pantauan pihak yang berwenang sudah aman dan terkendali, hendaknya melaksanakan shalat ‘Idul Adha bersama umat Islam baik di lapangan atau masjid. Ada pun bagi yang lingkungannya masih berbahaya, sebaiknya shalatnya di rumah sesuai dengan Surat Edaran MUI tentang Hari Raya Idhul Adha
8. Pelaksanaan qurban hendaknya tetap memperhatikan protokol kesehatan. Baik sejak pemilihan hewan, penitipan, penyembelihan, dan pendistribusian. Seperti penggunaan masker, jaga jarak, hand sanitizer, dan lainnya.
Demikian Bayan ini disampaikan semoga menjadi pengingat dan pengetahuan buat kita semua untuk beramal shaleh semaksimal mungkin dalam hari-hari yang mulia dan sangat berharga ini.
Reviewed by Admin
on
July 18, 2020
Rating:

The King Casino | Ventureberg
ReplyDeleteDiscover the rise and fall of the king casino, one 나비효과 of the world's largest The Casino wooricasinos.info is 바카라 사이트 operated by the King ventureberg.com/ Casino Group. herzamanindir.com/ You can